DESKRIPSI KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus)


Herba bertahunan, tinggi 25-200 cml, batang segiempat, sedikit cabang, batang membesar. Daun berhadapan menyilang, membundar telur atau belah ketupat, 2-9(-12) cm x 1.5-5 cm, pangkal daun membaji, duduk, gundul atau berbulu sangat halus, kelenjar-berburikan; panjang tangkai 0,5-2(-4,5) cm; tak ada penumpu. Pembungaan sebuah pembungaan terbatas yang tersusun berhadapan di pusat tandan, panjang 7-29 cm. Bunga bergantilan; panjang kelopak 2,5-4,5 mm (buah lebih dari 12 mm); panjang mahkota 10-20 mm, menabung, putih atau (pucat) lilac; benang sari 4 lebih panjang dari tabung bunga; bakal buah di atas. buah retak menjadi 4 pinak geluk yang lonjong-bulat telur, panjang 1,5-2 mm, kecoklat-coklatan, menggelembur.
Kumis kucing (Orthosiphon Spicatus) berbentuk semak, batangnya basah, tingginya bisa mencapai 1,5 meter itu. Bisa tumbuh di tempat yang kering maupun basah pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, tanaman ini memiliki daun berbentuk telur taji, tepi daunnya bergerigi kasar. Bunganya mengeluarkan benang sari dan putik berwarna putih atau ungu. Tanaman ini memiliki sejumlah khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yaitu infeksi ginjal akut dan kronis, rematik, tekanan darah tinggi, kencing manis, kencing batu serta infeksi kandung kencing. Daunnya mengandung kadar kalium (boorsma) yang cukup tinggi. Ia juga mengandung glikosida orthosiphonin yang berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh. Terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal.
Bunga tanaman kumis kucing merupakan bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung percabangan. Warnanya ungu pucat atau putih sedangkan benang sarinya lebih panjang dari tabung bunga. Buah kumis kucing berupa buah kotak dan berbentuk bulat telur. Tanaman ini bisa diperbanyak dengan biji maupun setek batang.

0 komentar: